Penamaan suatu tempat sering kali berkaian dengan kejadian
atau peristiwa yg melekat pada tempat tersebut, atau bisa juga krn
kedekatan geografis dengan suatu wilayah. Seperti dinamakan laut jawa
krn posisinya berada di utara pulau jawa, samudra hindia krn posisinya
berada di selatan India, laut mati karena minim makhluk hidup akibat
tingginya kadar garam di laut tersebut. Beberapa waktu lalu ketika
mengantar rombongan kelilinga kota Jeddah ada yg bertanya “mas, kenapa
lautnya dinamakan laut merah?” sontak saya baru berfikir, iya yah..
kenapa dinamakan laut merah, padahal airnya juga ga merah, saya cm
pernah dengar ada laut hitam dinamakan begitu krn konon ketika jengis
khan menguasai kota baghdad mereka membuang banyak buku karya ulama
islam waktu itu ke laut hingga tintanya yg hitam mencemari lautan, lalu
bagaimana dengan laut merah. kalo saja saya minat sotoy tentu mudah saja
mengarang cerita entah tentang merahnya krn dulu ada pembantaian hingga
darahnya membanjiri laut, atau dulu banyak orang nyirih meludah ke laut
:D . Ah, mending bilang wah ga tau pak, nanti saya cari di google
hihihi..
Dan ternyata nama luat merah mengdopsi dr bahasa yunani erythra
thalassa, orang arab dahulu menamaninya bahrul qulzum, sedangkan bangsa
eropa dahulu menyebutnya dengan laut arab, di sebut laut merah mungkin
krn di situ banyak tumbuhan laut yg berwarna kemerahan bernama (arep
copas disik, angel nulise) erythraeum Trichodesmium atau juga
menurut sebagian ahli sebutan merah menunjukan arah selatan sebagaimana
hitam menunjuk arah utara (sebagian orang asia menamai arah dengan
warna).
Laut merah yang membentang melintasi yaman, somalia, saudi arabia, sudan hingga mesir menyimpan sejarah terkenal dunia mulai ditenggelamkanya fir’aun hingga pembuatan terusan suez dan konflik arab-israel, salah satu kota terkenal di sepanjang laut merah adalah kota jeddah, kota terbesar ke dua saudi arabia ini menjadi salah satu daya tarik laut merah, gerbang udara dan laut bagi sebagian besar jamaah haji yg menuju kota mekkah. Keindahan laut merah dipadu dengan tatanan kota modern bisa kita nikmati ketika menikmati corniche jeddah ( corniche : jalan tepian batas gunung ataupun pantai), karena letak laut berada di barat kota maka pemandangan yg menarik tentu saja ketika matahari tenggelam atau sunset..

tak lengkap rasanya jika pulang ke tanah air belum membawa cerita pernah
melihat sepeda nabi adam, inilah tradisi turun temurun jamaah haji
semenjak dahulu. Lalu apakah benar itu adalah sepeda nabi adam, krn
mungkin postur nabi adam cocok pas dengan ukuran sepeda teresebut?bahkan
ada teman yg terkagum sampai nyeletuk “masyaAllah nabi adam gede
banget, trus ibunya segede apa ya” wkwk
Tentu saja ini mengada-ada sepeda baru dibuat manusia pada era abad
ke-18 dikembangkan oleh orang jerman bernama Baron Karls Drais von
Sauerbron, jangankan nabi adam, orang arab sendiri bercerita jaman
dahulu mereka tidak mengenal sepeda yg ada hanya unta, kuda dan keledai,
itupun barang yg mahal bagi sebagian mereka.
Lalu dari mana asal mula keberadaan sepeda tersebut, ada kabar yg menyebutkan ini hadiah dr gubernur DKI dulu bapak Ali Sadikin, tentu saja ini kabar hoax yg menyebar ga jelas asal usulnya. Ketika mencoba gogling ternyata cukup sulit mencari referensi yg lengkap tentang sepeda ini, meskipun sudah coba dengan bahasa arab. Ketika numpang baca di toko buka, eh ternyata nemu tulisan tentang sepeda ini.. umur sepda ini sudah lebih dr 30 tahun, sengaja dibikin untuk menghiasi jalan ataupun bundaran kota jeddah, karena negara saudi arabia melarang bentuk makhluk hidup sebagai hiasan maka dipilihlah bentuk sepeda ini ( dan masih banyak bentuk lain di berbagai lokasi ), hebatnya sepeda ini dibuat dr sisa bangunan pabrik marmer pertama saudi arabia yg telah dibongkar. Dan di tempat lain kita bisa juga menemukan replika globe bumi, kapal pesiar, kapal terbang dsb. Meskipun sudah tau ini bangunan biasa, tetapi tak rugi jika anda menyempatkan lewat “sepeda nabi adam”.
doc. masageng
Laut merah yang membentang melintasi yaman, somalia, saudi arabia, sudan hingga mesir menyimpan sejarah terkenal dunia mulai ditenggelamkanya fir’aun hingga pembuatan terusan suez dan konflik arab-israel, salah satu kota terkenal di sepanjang laut merah adalah kota jeddah, kota terbesar ke dua saudi arabia ini menjadi salah satu daya tarik laut merah, gerbang udara dan laut bagi sebagian besar jamaah haji yg menuju kota mekkah. Keindahan laut merah dipadu dengan tatanan kota modern bisa kita nikmati ketika menikmati corniche jeddah ( corniche : jalan tepian batas gunung ataupun pantai), karena letak laut berada di barat kota maka pemandangan yg menarik tentu saja ketika matahari tenggelam atau sunset..
Kemudian tak jauh dari cornice tepat di
perempatan jalan malik fahd menjulang tinggi replika sepeda kayuh,
inilah yg biasa disebut oleh jamaah ( bahkan ada yg meyakini ) sebagai
sepeda bapak moyang kita Adam alaihissalam.
onthel lawan land cruiser FJx
pagi di bundaran sepeda “nabi adam”
Lalu dari mana asal mula keberadaan sepeda tersebut, ada kabar yg menyebutkan ini hadiah dr gubernur DKI dulu bapak Ali Sadikin, tentu saja ini kabar hoax yg menyebar ga jelas asal usulnya. Ketika mencoba gogling ternyata cukup sulit mencari referensi yg lengkap tentang sepeda ini, meskipun sudah coba dengan bahasa arab. Ketika numpang baca di toko buka, eh ternyata nemu tulisan tentang sepeda ini.. umur sepda ini sudah lebih dr 30 tahun, sengaja dibikin untuk menghiasi jalan ataupun bundaran kota jeddah, karena negara saudi arabia melarang bentuk makhluk hidup sebagai hiasan maka dipilihlah bentuk sepeda ini ( dan masih banyak bentuk lain di berbagai lokasi ), hebatnya sepeda ini dibuat dr sisa bangunan pabrik marmer pertama saudi arabia yg telah dibongkar. Dan di tempat lain kita bisa juga menemukan replika globe bumi, kapal pesiar, kapal terbang dsb. Meskipun sudah tau ini bangunan biasa, tetapi tak rugi jika anda menyempatkan lewat “sepeda nabi adam”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar